Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
Ayu Kusumah

Selasa, 28 April 2015

Akuntansi Komparatif Eropa



HARMONISASI DAN KONVERGENSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS)
            Perbedaan lingkungan dan kondisi hukum, social politik dan ekonomi antar negara menyebabkan standar akuntansi yang berlaku juga berbeda-beda. Hal ini berkaitan dengan globalisasi yang terjadi antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya perusahaan multinasional yang mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas diseluruh dunia. Standar akuntansi memberikan gambaran yang jelas dan konsisten kepada pemegang saham, membuat laporan perusahaan lebih dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan. Standart akuntansi yang dapat diperbandingkan sangat diperlukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, dan juga oleh perusahaan-perusahaan multinasional,dan juga oleh para pengguna laporan keuangan yang ingin mengevaluasi kinerja perusahaan skala global dan untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sekuritas.
            Dalam penerapan standar akuntansi internasional terdapat dua pendapat, yaitu harmonisasi dan standardisasi. Semua standar akuntansi berinduk pada landasan teoritis dan teknologi akuntansi IASC (International Accounting Standards Committee). Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statement IASC dalam Satandar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  International Financial Reporting Standards (IFRS) menjadi trend topic yang sangat hangat bagi akuntan dan top manajemen pada perusahaan-perusahaan yang sudah terjun di Bursa Efek global dan juga para akademis serta para auditor yang akan melakikan pemerikasaan pada perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan IFRS tersebut. 
            IFRS atau International Financial Reporting Standards and Pracitices diterbitkan dalam bentuk buku yang memuat standard dan praktik internasional mengenai pelaoran keuangan. IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang disusun oleh IASB (International Accounting Standard Board). IASB dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Keuangan (International Accounting Standards Committee/IASC). IASC merupakan lembaga independen untuk menyususn standar akuntansi yang dikenal dengan Standar Akuntansi Internasional. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, namun dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi et al,2005).
                        Standarisasi adalah penetapan aturan yang kaku, sempit dan bahkan mungkin penerapan satu satandar/aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasikan perbedaaan-perbedaan antar negara, oleh karena itu sulit diimplementasikan secara Internasional. Harmonisasi jauh lebih fleksibel dan terbuka, tidak menggunakan pendekatan satu unuk semua, tetapi mengakomodasikan beberapa perbedaan. Harmonisai merupakan proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik tersebut dapat beragam. Standar harmonisai bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan daya banding informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara. Secara sederhana harmonisasi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikutisepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Naegara tersebut hanya membuat standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.
            IASB (International Accounting Standards Board) yang sebelumnya disebut IASC, menginginkan agar standar akuntansi seluruh anggotanya konvergen dengan IFRS. Alasan IASB penerapan konvergensi bukan harmonisasi adalah kerena pengaturan yang konvergen akan meningkatkan daya banding laporan keuangan seluruh dunia serta tidak ada permaslahan. Konvergensi standar akuntansi merupakan istilah umum dalam IASB. Konvergensi standar akuntansi Internasional dan nasional mencakup penghapusan perbedaan-perbedaan akuntansi. Konvergensi standar akuntansi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : harmonisasi (membuat standar sendiri yang tidak berkonflik dengan IFRS), adaptasi ( membuat standard sendiri yang sudah disesuaikan oleh IFRS), atau adopsi ( mengambil langsung dari IFRS). Apabila adopsi penuh IFRS dilakukan, maka laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS.
            Indonesia memilih untuk melakukan adopsi. Namun bukan adopsi penuh, mengingat adanya perbedaan sifat bisnis dan regulasi di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini Standar Akuntansi Keuangan milik Indonesia sebagian besar sudah sama dengan IFRS. Indonesia melakukan konvergensi IFRS ini karena Indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan dengan negara-negara G-20. Tujuan kesepakatan ini adalah untuk meningkatkan arus investasi global melalui keterbandingan laporan keuangan. Konnvergensi IFRS seharusnya dicapai Indonesia pada tahun 2008, namun kerena beberapa hal, DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) berkomitmen bahwa konvergensi akan dicapai pada tahun 1 januari 2012. Kegagalan Indonesia untuk mencapai konvergensi pada tahun 2008 ini harus di bayar dengan masih tingginya tingkat suku bunga kredit untuk Indonesia yang ditetapkan oleh Word Bank. Hal ini dikarenakan World Bank menganngap investasi Indonesia masih beresiko karena penyajian laporan keuangan masih menggunakan Standar Akuntansi buatan Indonesia (belum IFRS).
            Didunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, Hongkong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. Sejak 2008, diperkirakan ada sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangan. Dalam konteks Indonesia, meskipun banyak pro dan kontra Konvergensi IFRS dengan PSAK (Pedoman standar Akuntansi Keuangan) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari GAAP, PSAK atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS akan menjadi kompetensi wajib abaru bagi akuntan public, penilaian, akuntansi manajemen, regulator dan akuntan pendidik.
GAAP VS IFRS
Terdapat beberapa contoh perbedaaan-perbedaaan yang signifikan untuk diketahui, sebagimana yang akan dibahas berikut ini:
a.       Statemen Posisi Keuangan (sesuiai IAS 1 & IAS 32)
Karekteristik umum laoran keuangan :
1)      Penyajian wajar dan kepatuhan pada SAK, Manajemen membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan
2)      Kelangsungan usaha
3)      Dasar akrual
4)      Materialitas dan agregasi, Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan adalah material jika dapat mempengaruhi kepurusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian atau kesalahan.
5)      Saling hapus, tidak diperkenankan untuk saling hapus atas asset dan liabilitas atau pendapatan dan beban, kecuali disyaratkan/diijinkan oleh PSAK
6)      Frekuensi pelaporan tahunan
7)      Informasi komparatif, untuk kuantitatif maupun naratif. Jika terdapat penerapan retrospektif atau reklasifikasi, maka laporan posisi keuangan permulaan periode komparasi terawal harus disajikan
8)      Konsistensi penyajian
Penyesuaian terhadap IFRS memberikan manfaat terhadap keterbandingan laporan keuangan dan peningkatan transparasi. Melalui penyesuaian maka laporan keuangan perusahaan Indonesia akan dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dari negara lain, sehingga akan jelas kinerja perusahaan mana yang lebih baik dan dapat meningkatkan kualitas Standart Akuntansi Keuangan. Selain itu program konvergensi IFRS juga mengurangi biaya modal (cost of capital) dengan membuka peluang penggalangan dana pasar modal secara global, meningkatkan investasi global, dan mengurangi beban penyusunan laporan keuangan, meningkatkan kreditabilitas dan kegunaan laporan keuangan, meningkatkan komparabilitas laporan keuangan dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

Berikut adalah perubahan komponen-komponen Laporan Keuangan yang Lengkap :
Menurut IAS atau PSAK 1:
1.      Laporan Posisi Keuangan
2.      Laporan laba Rugi Komprehensif
3.      Laporan Perubahan Ekuits
4.      Laporan Arus kas
5.      Catatan Atas Laporan keuangan
6.      Laporan Posisi keuangan awal
Jika dibandingkan dengan PSAK 1 yang lama (1998), komponennya adalah sebagai berikut :
1.      Neraca
2.      Laporan Laba Rugi
3.      Laporan Perubahan Ekuitas
4.      Laporan Arus kas
5.      Catatan Atas Laporan Keuangan
Setelah diamati ada perubahan dalam istilah yaitu Neraca menjadi Laporan Keuangan, Laporan laba Rugi menjadi Laporan Laba Rugi Komprehensif dan tambahan Laporan Posisi Keuangan awal ( dalm hal penyajian kembali atau reklasifikasi).
Asset Tetap, dari segi pengakuan, pengukuran, pencataan dan pelaporan
Asset tetap diatur pada PSAK 16 atau dalam IAS 16 terkait dengan perbedaan dan persamaan secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut iini :
TOPIK
GAAP
IAS 16

Pengakuan
Aktiva tetap diakui sebesar  biaya perolehan
sama


Penentuan cost
Biaya perolehan mencakup semua pengeluaran, termasuk administrasi dan pengeluaran overhead umum, langsung untuk membawa aset ke kondisi kerja bagi perusahaan dimaksudkan yg digunakan
sama







Aktiva tetap disusutkan selama masa manfaat.
sama


Tidak ada petunjuk khusus yang berhubungan dengan penyusutan suatu aset tetap peralatanyang ideal dan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual tidak disusutkan.
Suatu aset tetap disusutkan meskipun aset tersebut ideal/tidak digunakan. Namun aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual tidak disusutkan

Revaluasi
Umumnya, aset tetap tidak dapat dinilai kembali ke fair value kecuali jika penilaian kembali dilakukan berdasarkan peratran pemerintah
 m dikelas yang sama dinilai kembali pada waktu yang sama dan revaluasi di simpan dinilai kembali untuk fair value jika semua itAktiva tetap dapat disimpan up-to-date.


Investasi Jangka panjang pada Instrument Utang dan Ekuitas
Sebagaimana diatur dalam IAS 32 & 39 dan IFRS 7 & 9, maka secara ringkas dapat dilihat pada perbedaaan dan persamaan IFRS dan GAAP yaitu sebagi berikut :
1.      IFRS dan GAAP untuk debt securities memiliki perlakuan akuntansi yang sama
2.      IFRS dan GAAP menggunakan pengujian yang sama untuk menentukan apakah methode equity di gunakan yaitu berdasarkan pengaruh yang signifikan dengan patokan lebih dari 20% kepemilikan.
3.      Reklasifikasi securities adalah sama antar keduanya.
4.      Dasar konsolidasi, IFRS dan GAAP mendasarkan pada perentasi kepemilikan (50%)
5.      IFRS dan GAAP sama dalam akuntansi untuk pemilihan Fair Value yaitu pilihan menggunakan fair value harus di lakukan di awal pengakuan
6.      GAAP tidak mengizinkan reversal untuk beban impairment yang telah terjadi untuk available for sale debt and equity securities.
7.      IFRS tidak mengizinkan hal yang sama untuk available for sale debt  securities dan held to maturity securities.
Berikut adalah contoh penyajian laporan keuangan setelah IFRS
a.      Laporan Posisi Keuangan





b.      Laporan Laba Rugi Komprehensif


Laporan keuangan sebelum IFRS
http://jurnalakuntansikeuangan.com/wp-content/uploads/2012/05/Contoh-Format-Neraca-Yang-Ringkas.jpg

DAFTAR PUSTAKA
1.       Marini ayu putrid eka, 2012, Pengaruh Dimensi Budaya Terhadap Pelaksanaan Internasional Financial Reporting Standards (IFRS), Jurnal Imiah
2.       Wiyani Natalia Titiek, 2012, Standarisai Harmonisai dan Konvergensi IFRS, Jurnal Ilmiah
3.       Sulistyowati Wiwit Apit, 2007, Sekulerisasi dan Neoliberalisme melalui Harmonisasi Standar Akuntansi Intenasional : IFRS, Jurnal Ekonomi
4.       Herawati, Nyoman Trisna, 2011, Konvergensi International Financial Reporting Standartds (IFRS) dan implikasi terhadap pembelajaran Akuntansi Pengantar Di Perguruan Tinggi, Jurnal Ekonomi
5.       Lestari Yona Octiani, 2012, Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) dan Manajemen Laba di Indonesia, Jurnal Ekonomi.
6.       Pulumbara Deisye Charoline, Sondakh Jullie J.,Wangkar Anneke, 2014, Analisis Penerapan PSAK 50 : Penyajian dan PSAK 55 : Pengakuan dan Pengukuran Atas Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Pada PT. Bank Central Asia (Persero)Tbk, Jurnal Emba
7.       Handayani Ratih, 2012, Dampak Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) Terhadap praktik Akuntansi Dan Dunia Pendidikan Di Indonesia, Jurnal Ekonomi.
8.       Zamzami Faiz, 2013, Perkembangan Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia, Jurnal Ekonomi.
9.       Secarian Muhammad Evan, 2012, Evaluasi Penerapan PSAK 55 Mengenai Instrumen Keuangan : Pengakuan Dan Pengukuran Pada Penurunan Nilai Dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan, Perlakuan Akuntansi, Dan Nilai Perusahaan (Studi kasus pada PT. ABC Ventura), Skripsi
10.   www.idx.co.id di akses tanggal 24 April 2015 19.00 WIB.


Minggu, 16 November 2014

Etika profesi Akuntansi



Contoh kasus
Saya adalah bagian pengadaan barang (Procurement). Salah satu saudara saya adalah vendor, saudara saya mengatakan bahwa saya akan mendapatkan jumlah rupiah tertentu kalau tender tender tersebut jadi dengan saudara itu. Diceritakan saya menyetujui kesepakan yang dibuat oleh saudara saya
Masalah           : Etis atau tidak etis cerita diatas, kenapa?
                          Solusinya bagaimana?

Pertama –tama kita lihat terlebih dahulu apa itu pengertian etika. Etika adalah prinsip tingkah laku yang mengatur individu atau kelompok. Etika adalah “kajian moralitas”. Moralitas adalah sebagai pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah atau baik dan jahat
Jadi menurut saya kasus diatas tidak etis karena lebih memntingkan individual dan keluarga, bisa saja dikasus tersebut dapat merugikan banyak pihak, barang yang seharusnya dipesan berbeda dengan yang nyata.
Dari sini kita dapat tahu perlunya etika antara lain:
·         Kita hidup dalam masyarakat yang makin pluralistis, dan dihadapkan dengan sekian banyak pandangan moral yang sering kali bertentangan
·         Kita hidup dalam masa transformasi masyarakat yang tanpa tanding .transformasi ekonomi, intelektual dan budaya yang menentang budaya tradisional. Dalam situasi ini, etika membantu agar kita tidak kehilangan orientasi

Solusinya
Dari sisi keputusan yang saya ambil itu membuat dilema dalam etika dan bisnis. Disatu sisi vendor disini adalah keluarga disatu sisi lagi, saya sudah melanggar kode etik profesi. Seharusnya saat kita melakukan kerja sama dengan keluarga, tetaplah berbisnis seperti dengan orang lain jangan menyamakan saat berbisnis dengan keluarga. Jika kita dengan orang lain maka akan berusaha seprofesional mungkin agar antara pembisnis merasakan keuntungan yang sama. Tetapi jika dengan keluarga maka ada perpecahan yang bisa jadi berkepanjangan dikeluarga

Daftar Pustaka
http://midwiferycitrafitridarmayanti54.blogspot.com/2013/05/permasalahan-etika-dalam-berbisnis-dan.html

Kamis, 06 November 2014

Bisnis tidak akan bertahan tanpa etika



Bisnis tidak akan bertahan tanpa adanya etika, setujukah?

Secara etimologi kata etika berasal dari bahasa Yunani yang dalam bentuk tunggal yaitu ethos dan dalam bentuk jamaknya yaitu ta etha. "Ethos" yang berarti sikap, cara berpikir, watak kesusilaan atau adat. Kata ini identik dengan perkataan moral yang berasal dari kata latin "mos" yang dalam bentuk jamaknya Mores yang berarti juga adat atau cara hidup. Kata mores ini mempunyai sinonim; mos, moris, manner mores atau manners, morals. Dalam  bahasa Indonesia kata moral berarti akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup. Etika dan Moral memiliki arti yang sama, namun dalam pemakaian sehari-harinya ada sedikit perbedaan. Moral biasanya dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai/dikaji (dengan kata lain perbuatan itu dilihat dari dalam diri orang itu sendiri), artinya moral disini merupakan subjek, sedangkan etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada dalam kelompok atau masyarakat tertentu (merupakan aktivitas atau hasil pengkajian).
Bisnis yang baik adalah bisnis bermoral yaitu bisnis yang tidak mementingkan pribadi sebagai pelaku utama Bisnis tidak melarang keuntungan yang besar bagi suatu perusahaan. Hanya saja semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka semakin besar pula tanggung jawab etika dan sosialnya kepada masyarakat. Dalam ajaran etika, selain untuk membahagiakan dirinya, pelaku bisnis juga mengemban amanah dan kewajiban untuk membahagiakan orang lain dan masyarakat sekitarnya. Memelihara alam dengan segala sumber dayanya adalah juga tanggung jawab kita semua, dan pelaku bisnis harus berada di barisan depannya.
Dalam berbisnis kita perlu adanya etika karena etika memberikan pengendalian agar tidak melanggar yang dilarang dalam bisnis. Bisnis tidak akan bertahan jika tidak adanya etika karena etika itu ukuran baik buruknya tingkah laku manusia. Jika manusia tidak punya etika dalam berbisnis maka terdapat cela bagi pelaku untuk melanggar demi kepentingan pribadi.  Menjaga etika adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan karena saat kita memulai bisnis kita menginginkan jangka panjang maka reputasi perusahaan harus dijaga karena reputasi perusahaan dibangun bukan dalam jangka pendek tapi perlu bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan nama baik
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip Kejujuran
a. Kejujuran dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak
b. Kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding
c. Kejujuran dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan
3. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan
Contoh kasus Etika bisnis :
1.     Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2.     Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima, mereka harus membayarnya. Kemudiam pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini yayasan dan sekolah dapat diketegorikan mengikuti transpransi.

Daftar Pustaka
books.google.com/books?isbn=9796720949

Jumat, 03 Oktober 2014

mengapa akuntan harus beretika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
            Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilaimengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan ataumasyarakat. Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk,tentang hak dan kewajiban moral
            Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkataturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilakumanusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harusditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolonganmasyarakat atau profesi”Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yangberarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaituStudi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurutruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangaimanusia dalam kehidupan pada umumnya Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yangberbicara tentang praxis (tindakan) manusia.
            Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi, yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang untuk menjadi profesi yang bersangkutan. Aturan ini menjadi panduan dalam menjalankan profesi tersebut yang disebut dengan kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap etika profesi adalah akuntan public, penyedia informasi akuntansi dan mahasiswa akuntansi ( Suhardjo dan Mardiasmo, 2002). Didalam kode etik terdapat muatan-muatan etika yang pada dasarnya bertujuan untuk melindungi kepentingan mansyarakat yang menggunkan jasa profesi. Terdapat dua sasaran pokok dari kode etik ini yaitu pertama, kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara disengaja ataupun tiadak disengaja dari kaum professional. Kedua, kode etik juga bertujuan melindungi keseluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang-orang tertentu yang mengaku dirinya professional (Keraf,1998)

            Akuntan memiliki peran besar untuk meningkatkan transparasi dan kualitas informasi keuangan demi terwujudnya perekonomian yang efisien dan sehat. Akuntan sangat berperan hamper disemua sektor yaitu publik, privat dan nirlaba. Profesi akuntansi ada didalam dan diluar instansi pemerintah.
Disektor publik, Akuntan dapat mendorong pengelolaan keuangan negara agar berjalan semakin tertib, jelas, transparan, dan semakin akuntabel. Di sektor swasta, Akuntan menyiapkan laporan keuangan yang terpercaya dan dapat diandalkan.
Keberadaan para akuntan merupakan ruang besar bagi profesi ini untuk memberi warna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjaga kepentingan publik. Pemerintah pusat dan daerah, kementerian lembaga, perseroan terbatas, BUMN, BUMD, UKM dan koperasi, yayasan, ormas,serta partai politik, membutuhkan jasa akuntan dalam pengelolaan dan pertanggung jawaban sumber daya mereka. 
Eksistensi akuntan penting dan strategis untuk membangun culture birokrasi dan bisnis yang kuat, memegang teguh nilai-nilai etika, dan fokus terhadap nilai tambah bagi perekonomian nasional.



http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI.AKUNTANSI



Rabu, 02 Juli 2014

English Business

English Softskill
   1.      My mother and father works in Milan. Their teacher’s.
-          My mother and father works in Milan. They were teacher.
   2.      Today many womens are miner, pilot, and doctor.
-          Many womens are miner, pilot, and doctor nowadays.
   3.      King’s chairs are called thrones.
-          Correct.
   4.      Happiness is most important thing in our life.
-          Happiness is the most important thing in our life.
   5.      I haven’t to eaten any kind of Chinese food.
-          I haven’t eaten any kind of Chinese food yet.
   6.      I meet Abdul in my first English class last June. He was friendly and kind. We are friends since that day.
-          I met Abdul in my first English class last June. He was friendly and kind. We are friends since that day.
   7.      You didn’t forget to finish your homework, didn’t you?
-          You didn’t forget to finish your homework, did you?
   8.      My mother has little money than my father and my little brother has less money in the family.
-          Correct.
   9.      Mr. Ali whose team won the competition felt very happy.
-          Correct.
  10.  John is a Catholic. Ali is a Moslem.
-          Correct.